Kamis, 03 November 2016

tugas Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya



1tugas Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya
11. Carilah rumah sakit yang mengeluarkan saham.
22. Carilah perusahaan yang yang menawarkan sahamnya paling rendah perlembar.
Jawab
1.      Contoh Rumah sakit yang mengeluarkan saham.
WE Online, Jakarta - Emiten yang bergerak di sektor jasa rumah sakit memiliki masa depan bisnis yang cerah karena  kebutuhan akan kesehatan tergolong wajib dan mendesak. Emiten jasa rumah sakit juga memiliki peluang meraup pendapatan lebih banyak dari kerja sama dengan berbagai perusahaan asuransi kesehatan. BEI mencatat ada empat emiten jasa layanan rumah sakit yakni
a.       PT Siloam International Hospital Tbk. (SILO),
b.       PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME),
c.       PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA),  dan
d.      PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk. (SRAJ). Universitas yang mengeluarkan saham

2      2.      Perusahaan Ini Siap Jual Saham di Pasar Modal
Pada semester II-2012 Bursa Efek Indonesia (BEI) siap kedatangan delapan calon emiten yang siap mencatatkan sahamnya. Mereka akan melengkapi 14 perusahaan yang terlebih dahulu listing.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen menjelaskan, delapan calon emiten telah mendapatkan persetujuan awal dari Bursa untuk kemudian selanjutkan diproses Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
Hoesen menyebut, masih ada tiga calon emiten lain yang berniat menawarkan saham perdana. Dalam waktu dekat, perusahaan menggelar mini expose ke BEI. Saat tiga calon emiten ini masuk pasar modal, genap sudah 25 target IPO yang ditetapkan BEI.
Berikut daftar delapan calon emiten yang telah melewati proses penelaahan Bursa, Selasa (4/9/2012).
1.      PT Pasifik Agro Sentosa
Pasifik Agro Sentosa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit. Lahan sawit perseroan tersebar di Pontianak, Kalimantan Barat.
Pasifik Agro Sentosa dikabarkan menargetkan dana penjualan saham perdana Rp 1 triliun.
2.      PT Nirvana Development
Perusahaan properti ini dikabarkan siap IPO di triwulan III-2012. Perseroan menargetkan dana sekitar Rp 1 triliun.
3.      PT Citra Borneo Indah
Citra Borneo siap menerbitkan saham perdana dengan target dana cukup besar, lebih dari Rp 1 triliun. Perseroan telah menunjuk underwriter Mandiri Sekuritas, Morgan Stanley, BNP Paribas, dan Citigroup. Perseroan bergerak pada bidang usaha perkebunan kelapa sawit dengan lokasi kebun berpusat di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Citra Berneo membidik produksi CPO 260 ribu ton tahun ini, naik 47% dibandingkan tahun lalu.
4.      PT Expressindo Transindo Utama
Perusahaan adalah pengelola Taxi Express yang siap melepas 20%-30% ke publik. Oktober menjadi target listing perseroan. Hasil IPO digunakan untuk penambahan armada. Perseroan kini memiliki 5.100 armada taxi yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Taxi Ekspess juga beroperasi di Surabaya, Mataram dan Medan. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, perseroan memiliki 14 stasiun.
5.      PT Provident Agro
Provident siap melepas 20% saham dengan perkiraan listing di September 2012. Perseroan telah menunjuk Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. Perseroan menargetkan dana Rp 500 miliar dari IPO ini. Provident dikabarkan masih berafiliasi dengan perusahaan investasi grup Saratoga Capital pimpunan Sandiaga Uno dan Edwin Soeryadjaya.
6.      PT Pelayaran Nelly Dwi Putri
Perusahaan jasa pelayaran ini akan mendapatkan dana sekitar Rp 125 miliar dalam penerbitan saham perdana. Pelayaran Nelly akan membagi sekitar 25% saham oleh publik. Perusahaan telah menunjuk Lautandhana Securindo sebagai underwriter. Pelayaran Nelly Dwi Putri fokus pada jasa angkut kayu dan batu bara. Pengaruh krisis global tidak mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti yang terjadi pada perusahaan pelayaran lainnya.
7.      PT Siba Surya
Siba Surya juga bergerak pada bidang usaha transportasi. IPO perseroan diperkirakan mengakumulasi dana Rp 500 Miliar. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen menerangkan, manajemen telah menemui Bursa untuk proses penawaran perdana saham tersebut.
Siba akan menawarkan 20% saham kepada publik. Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. Perseroan berdiri pada tahun 1951. Markas utama perseroan di Semarang, Jawa Tengah dengan kantor cabang berada di Cilegon, Jakarta, Cirebon, Semarang, Tuban, Surabaya, Banyuwangi, Probolinggo, Jember, Kediri, Madiun, Cilacap.
8.      PT Adi Sarana Armada
Perusahaan ini bergerak pada sektor transportasi. Bursa menginformasikan perusahaan siap melepas 30% saham dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dana yang didapat lebih dari Rp 500 miliar. Adi Sarana Armada telah menunjuk PT Bahana securities dan PT Buana Capital sebagai penjamin pelaksana emisi. Hasil IPO digunakan untuk membayar utang dan ekspansi usah.


Kamis, 22 September 2016

alasan negara kita tidak mencetak uang banyak-banyak



Kelompok II
Tugas Bengkel
KENAPA BANK INDONESIA TIDAK MENCETAK UANG RUPIAH.?
Tentu kita selalu bertanya mengapa negara kita di Indonesia tidak mencetak uang sebanyak mungkin, biar negara ini bukan lagi negara berkembang melainkan menjadi negara maju. Pastilah, kita berharap negara ini maju biar kemiskinan di Indonesia tidak ada lagi dan memiliki pendapatan atau penghasilan yang memenuhi kebutuhan masyrakat itu sendiri. Tapi kenapa Bank Indonesia tidak mencetak uang di negara tanah air kita ini ?
Nah Ini Karena beberapa alasan berikut ini:

Dengan mencetak uang sebanyak-banyaknya, maka uang yang beredar di masyarakat akan jauh lebih besar dibandingkan jumlah barang. Akibatnya akan terjadi hiperinflasi, dimana harga barang akan jauh melambung.
Dasar mencetak uang, ya tentunya harus diperhitungkan nilai tukar idealnya. Pertimbangannya adalah nilai ekspor dan impor kita, permintaan dan penawaran terhadap mata uang asing, dsb. Karena itu ada yang dinamakan kebijakan moneter, yaitu kebijakan yang dilaksanakan pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai mata uang negara tersebut.
Uang yang digunakan untuk membayar utang adalah dollar bukan rupiah, jadi kalau mencetak rupiah untuk membayar utang maka rupiah tidak laku. Dan kalau mencetak uang dollar maka itu namanya pemalsuan.
Daya beli masyarakat akan jatuh, mereka tidak sanggup membayar bahan kebutuhan hidup. Dampak susulannya adalah krisis ekonomi dan sosial. Kelaparan, kejahatan/kriminalitas, kerusuhan/penjarahan.
Barang dan bahan baku impor akan jauh melambung, sehingga akan mematikan sektor riil dan produksi dalam negeri. Dampak selanjutnya adalah efisiensi, PHK dan pengangguran meningkat.
Dalam menerbitkan atau mencetak uang, terdapat dua macam sistem, yang disebut “pseudo gold” dan “uang fiat”. Dalam sistem pseudo gold, uang yang dicetak dan beredar didukung dengan cadangan emas atau perak yang dimiliki badan yang menerbitkannya. Sedangkan dalam sistem uang fiat, uang yang beredar tidak didukung aset yang riil, bahkan tidak didukung apa-apa. Artinya, dalam sistem fiat, pemerintah atau badan yang menerbitkan uang bisa mencetak uang sebanyak apa pun sesuai keinginan.
Dalam ekonomi, kita tahu, harga barang akan tergantung pada perbandingan jumlah uang dan jumlah persediaan barang. Jika barang lebih banyak dari jumlah uang yang beredar, maka harga akan cenderung turun. Sebaliknya, jika jumlah barang lebih sedikit dibanding jumlah uang yang beredar, maka harga-harga akan cenderung naik. Karena itulah, pencetakan uang secara tak langsung juga ditentukan oleh hal tersebut, agar tidak terjadi inflasi.


Apabila suatu negara—dengan alasan miskin—mencetak uang sebanyak-banyaknya, yang terjadi bukan negara itu menjadi kaya, tetapi justru akan semakin miskin. Karena, ketika jumlah uang yang beredar semakin banyak, harga-harga barang akan melambung tinggi, dan inflasi terjadi. Akibatnya, meski uang dicetak terus-menerus, uang itu tidak bisa disebut kekayaan, karena nilainya terus merosot turun.
Indonesia pernah melakukan pencetakan uang dalam jumlah banyak, pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Karena pemerintah belum bisa maksimal memungut pajak dari rakyat waktu itu, Soekarno pun mengambil kebijakan untuk mencetak uang secara berlebih. Hasilnya tentu inflasi. Semakin banyak uang dicetak, harga barang semakin tinggi, dan terjadi hiperinflasi. Sampai akhirnya mahasiswa berdemonstrasi yang terkenal dengan sebutan Tritura (tiga tuntutan rakyat), yang salah satunya permintaan agar harga-harga diturunkan.
Kasus yang terbaru terjadi di Zimbabwe. Pada 2008, pemerintah Zimbabwe mengeluarkan kebijakan untuk mencetak uang dalam jumlah sangat banyak, yang ditujukan untuk memperbanyak pegawai negeri yang diharapkan akan mendukung pemerintah. Hasilnya adalah inflasi yang gila-gilaan. Negara itu bahkan memegang rekor dalam hal inflasi tertinggi di dunia, yaitu 2.200.000% (2,2 juta persen) pada 2008.
Sebegitu cepatnya tingkat inflasi terjadi, hingga kenaikan harga di Zimbabwe tidak terjadi dalam hitungan minggu atau bulan, tetapi menit bahkan detik. Dalam setiap beberapa detik, para pegawai di toko-toko Zimbabwe terus sibuk mengganti label-label harga pada barang-barang yang mereka jual, karena terus terjadi pergantian harga akibat inflasi yang menggila.
Pada 20 Juli 2008, Bank Sentral Zimbabwe bahkan menerbitkan pecahan uang senilai 100 milyar dollar, yang merupakan rekor pecahan uang dengan nominal terbesar di dunia. Uang dengan nominal besar itu, ironisnya, tidak memiliki nilai yang sama besarnya, karena digerus oleh inflasi akibat harga-harga yang melambung luar biasa tinggi. Untuk membeli sembako, misalnya, orang di Zimbabwe harus membawa uang sampai seember.

Jadi, negara miskin (ataupun negara yang tidak miskin) tidak mencetak uang dalam jumlah berlebihan, karena adanya pertimbangan seperti yang digambarkan di atas.

Lalu Kenapa Suatu Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-Banyaknya Untuk Membayar Utang ?
Kalau membaca berita tentang hutang negara yang menumpuk serta angka kemiskinan yang sangat besar, mungkin terpikir oleh kita "bagaimana kalau Indonesia mencetak uang semaunya, untuk melunasi hutang negara maupun memberantas kemiskinan ataupun mengembalikan uang korupsi yang hilang". selesaikan kan ?
seandainya pemerinta Republik Indonesia mencetak uang sebanyak banyaknya, semua rakyat dapat hujan uang. Timbul pertanyaan, siapa yang mau capek kerja sedangkan sudah ada jaminan uang untuk hari ini dan besok. Nah, kalau gitu siapa yang mau kerja jadi petani padahal uang sudah ada di tangan? Misalkan, rakyat Indonesia tidak ada yang mau jadi petani. Lalu kita mau maka apa sedangkan makanan pokok berasal dari sektor pertanian? Akibatnya akan terjadi inflasi, yaitu kenaikan harga barang barang di pasaran.
Rasio antara uang yang dicetak dan jumlah uang yang beredar adalah salah satu cara menentukan nilai suatu uang. Makanya, bila uang yang beredar ditambah tapi jaminannya tidak ditambah maka nilai uang akan turun (inflasi). Akibatnya bila biasanya Rp. 1.000 bisa membeli x barang, setelah uang mengalami inflasi Rp.1.000 hanya bila membeli 1/2 x.

Dengan kata lain jumlah uangnya banyak tapi nilainya tidak ada, kalau nilainya tidak ada maka negara lain tidak ada mau menerima uang kita. ujung-ujungnya utang tidak akan pernah terbayar.

Jadi inilah alasannya kenapa pemerintah tidak bisa seenaknya mencetak uang sebanyak banyaknya: karena uang dicetak sebanyak-banyaknya maka para pedagang selalu akan menaikkan harga. Lagipula, pikir mereka. yang beli uangnya lebih banyak dari sebelumnya

Efek ini terus berulang bagai lingkaran setan sehingga sebagian besar harga barang akan mengalami kenaikan harga padahal barangnya sama persis seperti sebelumnya. Inlah yang dilihat sebagai jatuhnya nilai mata uang dimana nilai tukar uang terhadap barang turun (karena harga barang naik).

oleh  karena harga barang naik, maka akan ada semakin banyak orang miskin. Itulah yang aakan terlihat apabila inflasi tidak terkendali.

Sabtu, 04 Juni 2016

dasar akuntansi perbankan



                kita akan membahas mengenai akuntansi perbankan. Sebelum kita membahas mengenai akuntansi perbankan mari kita kita ketahui pengertian akuntansi terlebih dahulu. Pengertian akuntansi adalah suatu proses pencatatan, pengklasifikasian, penganalisaan,  peringkasan, mengolah serta menyajikan data keuangan sehingga dapat dipergunakan oleh orang yang membutuhkan laporan keuangan dalam mengambil sebuah keputusan. 
                Secara sederhana bank di artikan sebagai suatu lembaga keuangan yang himpunan dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut kepada masyarakat serta memberikan jasa-jasa lainnya tergantung bank itu sendiri.  Maka secara umum dapat diketahui bahwa akuntansi perbankan ialah proses akuntansi bank yang juga meliputi pencatatan, ppngklasifikasian, penganalisaan,  penafsiran data keuangan bank yang dilakukan secara sistematis guna memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan baik intern maupun ekstern.         
Menurut Undang-Undang Nomor  10 Tahun 1998 yang dimaksud dengan Bank adalah badan usaha yang  menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan / atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.


Harta Bank = Hutang + Modal 
Harta Bank :
  •  Penempatan dana dalam kredit
  • Penyaluran dana dalam kredit 
  • Penanaman dana aktiva tetap
  • Penanaman lain
Hutang Bank :
  • Dana Masyarakat 
  • Dana pinjaman
  • Dana lainya
Modal Bank :
  • Modal saham
  • Premium saham
  • Laba ditahan
  • Laba atau tahun berjalan
 

 Laporan Keuangan dan Bank
  • Laporan keuangan Bank sama denga laporan keuangan perusahaan lainya, yaitu terdiri dari neraca, perhitungan laba – rugi, laporan laba ditahan, dan laporan perubahan posisi keuangan.
  • Neraca bank menunjukkan posisi keuangan satu bank pada suatu saat tertentu
  • Ikhtisar laba rugi menunjukkan hasil kegiatan atau operasional suatu bank selama periode tertentu.
  • Ikhtisar perubahan posisi keuangan menunjukkan dari mana saja sumber pendanaan bank dan kemana saja dana tersebut disalurkan.
 adapun fungsi utama akuntansi perbankan menyalurkan dan menghimpundana dari masyarakat yang bertujuan untuk memperlancar kegiatan masyrakat baik dari segi usaha maupun kebtuhan lainnya untuk meningkatkan tarif hidup masyarakat banyak.

sekilas tentang ak.perbankan. semoga berguna buat yang lain. :) :)