1tugas Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya
11. Carilah
rumah sakit yang mengeluarkan saham.
22. Carilah
perusahaan yang yang menawarkan sahamnya paling rendah perlembar.
Jawab
1.
Contoh Rumah sakit yang mengeluarkan saham.
WE Online, Jakarta - Emiten yang
bergerak di sektor jasa rumah sakit memiliki masa depan bisnis yang cerah
karena kebutuhan akan kesehatan tergolong wajib dan mendesak. Emiten jasa
rumah sakit juga memiliki peluang meraup pendapatan lebih banyak dari kerja sama
dengan berbagai perusahaan asuransi kesehatan. BEI mencatat ada empat
emiten jasa layanan rumah sakit yakni
a.
PT Siloam International Hospital Tbk. (SILO),
b.
PT Sarana
Meditama Metropolitan Tbk. (SAME),
c.
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA), dan
d.
PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk. (SRAJ). Universitas yang
mengeluarkan saham
2 2. Perusahaan Ini Siap Jual Saham di Pasar Modal
Pada semester II-2012 Bursa Efek Indonesia (BEI) siap
kedatangan delapan calon emiten yang siap mencatatkan sahamnya. Mereka akan
melengkapi 14 perusahaan yang terlebih dahulu listing.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen menjelaskan,
delapan calon emiten telah mendapatkan persetujuan awal dari Bursa untuk
kemudian selanjutkan diproses Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
(Bapepam-LK).
Hoesen menyebut, masih ada tiga calon emiten lain yang
berniat menawarkan saham perdana. Dalam waktu dekat, perusahaan menggelar mini
expose ke BEI. Saat tiga calon emiten ini masuk pasar modal, genap sudah 25
target IPO yang ditetapkan BEI.
Berikut daftar delapan calon emiten yang telah
melewati proses penelaahan Bursa, Selasa (4/9/2012).
1. PT Pasifik Agro Sentosa
Pasifik Agro Sentosa merupakan
perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit. Lahan sawit perseroan
tersebar di Pontianak, Kalimantan Barat.
Pasifik Agro Sentosa dikabarkan
menargetkan dana penjualan saham perdana Rp 1 triliun.
2. PT Nirvana Development
Perusahaan properti ini dikabarkan
siap IPO di triwulan III-2012. Perseroan menargetkan dana sekitar Rp 1 triliun.
3. PT Citra Borneo Indah
Citra Borneo siap menerbitkan saham
perdana dengan target dana cukup besar, lebih dari Rp 1 triliun. Perseroan
telah menunjuk underwriter Mandiri Sekuritas, Morgan Stanley, BNP Paribas, dan
Citigroup. Perseroan bergerak pada bidang usaha perkebunan kelapa sawit dengan
lokasi kebun berpusat di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Citra Berneo membidik
produksi CPO 260 ribu ton tahun ini, naik 47% dibandingkan tahun lalu.
4. PT Expressindo Transindo Utama
Perusahaan adalah pengelola Taxi
Express yang siap melepas 20%-30% ke publik. Oktober menjadi target listing
perseroan. Hasil IPO digunakan untuk penambahan armada. Perseroan kini memiliki
5.100 armada taxi yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Taxi
Ekspess juga beroperasi di Surabaya, Mataram dan Medan. Di wilayah Jakarta dan
sekitarnya, perseroan memiliki 14 stasiun.
5. PT Provident Agro
Provident siap melepas 20% saham
dengan perkiraan listing di September 2012. Perseroan telah menunjuk Indo
Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. Perseroan menargetkan dana
Rp 500 miliar dari IPO ini. Provident dikabarkan masih berafiliasi dengan
perusahaan investasi grup Saratoga Capital pimpunan Sandiaga Uno dan Edwin
Soeryadjaya.
6. PT Pelayaran Nelly Dwi Putri
Perusahaan jasa pelayaran ini akan
mendapatkan dana sekitar Rp 125 miliar dalam penerbitan saham perdana.
Pelayaran Nelly akan membagi sekitar 25% saham oleh publik. Perusahaan telah
menunjuk Lautandhana Securindo sebagai underwriter. Pelayaran Nelly Dwi Putri
fokus pada jasa angkut kayu dan batu bara. Pengaruh krisis global tidak
mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti yang terjadi pada perusahaan pelayaran
lainnya.
7. PT Siba Surya
Siba Surya juga bergerak pada bidang
usaha transportasi. IPO perseroan diperkirakan mengakumulasi dana Rp 500
Miliar. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen menerangkan, manajemen telah
menemui Bursa untuk proses penawaran perdana saham tersebut.
Siba akan menawarkan 20% saham
kepada publik. Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. Perseroan
berdiri pada tahun 1951. Markas utama perseroan di Semarang, Jawa Tengah dengan
kantor cabang berada di Cilegon, Jakarta, Cirebon, Semarang, Tuban, Surabaya,
Banyuwangi, Probolinggo, Jember, Kediri, Madiun, Cilacap.
8. PT Adi Sarana Armada
Perusahaan ini bergerak pada sektor
transportasi. Bursa menginformasikan perusahaan siap melepas 30% saham dari
total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dana yang didapat lebih dari Rp 500
miliar. Adi Sarana Armada telah menunjuk PT Bahana securities dan PT Buana
Capital sebagai penjamin pelaksana emisi. Hasil IPO digunakan untuk membayar
utang dan ekspansi usah.